BAHAYA KEMASAN PLASTIK
BAHAYA KEMASAN PLASTIK
Inilah era kemasan plastik,dalam produk-produk dari pabrik hampir semua kemasan terbuat dari plastik dan produk makanan pun tak luput dari kemasan plastik.Kadang makanan yang kita makan sehari-hari terbungkus dengan kemasan plastik.Ketika pagi orang sarapan mengudap mie gelas atau mie instan,Siangnya mengonsumsi paket fast food,dan di sore hari menenteng sebungkus bakso favorit untuk dinikmati dirumah. semua makanan itu dikemas dlm plastik. semua itu sih memang praktis tapi,,kita harus waspada akan zat berbahaya yg terkandung dlm plastik tersebut. zat" yg terkandung dlm plastik dpt memicu atau menyebabkan kanker. tak pelak resiko ini membuat makanan halal yg dikemas plastik menjadi tidak thayib dikonsumsi. jenis plastik sendiri begitu banyak dan beraneka ragam,sebagai contoh :
- POLIVINIL CHLORIDA
- POLIPROPILEN
-
- POLIETILEN
- VINYLIDENE CHLORID RESIN.DLL
Dari jenis plastik-plastik tersebut memiliki tingkat bahaya yang berbeda-beda pula tergantung dari jenisnya,dari makanan yang di bungkus,lamanya makanan terbungkus plastik,volume kemasan plastik,dari suhu makanan dan ruang penyimpanannya.
Polietilen biasanya yang relatif aman di gunakan untuk membungkus makanan.
Sedangkan polivinilchlorida (PVC)biasanya dipakai untuk membukus permen ,pelapis kertas nasi dan bahan penutup karena amat tipis serta transparan.
Tentunya bila unsur-unsur di atas masuk ke dalam perut kita maka sistem pencernaan kita akan sulit untuk mencernanya.
Plastik tersusun dari polimer,yakni rantai panjang dari satuan-satuan yang lebih kecil yang di sebut monomer/bahan -bahan pembentuk plastik.Plastik pembungkus makanan monomer-monomer tersebut bisa berpindah ke dalam makanan kemudian akan masuk ke tubuh apabila makanan itu kita makan.Bahan kimia tersebut di dalam tubuh tidak dapat di uraikan dan juga tidak dapat di keluarkan,maka yang akan terjadi kimia itu akan menumpuk dalam tubuh sehingga dapat memicu munculnya kanker,tumor dan penyakit yang lain.Monomer-monomer bisa pindah k makanan di picu oleh beberapa faktor di antaranya: suhu/panas,asam,dan lemak.
Semakin panas tinggi suhu makanan maka semakin cepat juga monomer itu berpindah ke makanan. Apalagi makanan itu berbentuk cair seperti bakso,mie ayam,sup,sayuran berkuah,dll.Jika makanan bersuhu panas di masukan dalam panas kita bisa lihat plastik menjadi lemas dan tipis ini menandakan terputusnya ikatan-ikatan monomer.
Artikel Terkait
Bagikan ke teman kamu ya

No comments:
Post a Comment